Berita

DINAS KESEHATAN BERIKAN PEMBINAAN KESEHATAN CALON JEMAAH HAJI DAN VAKSINASI MENINGITIS



Pinrang – Pembinaan Calon Jemaah Haji adalah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku jemaah haji baik secara individu maupu kelompok untuk berperilaku sehat secara mandiri dalam menjaga kesehatannya sesuai dengan budaya setempat berbasis pada kesehatan keluarga. Demikian yang disampaikan Mursalim Bengnga, SKM, M.Kes pada lawatan ke beberapa Puskesmas untuk melakukan pembinaan Kesehatan calon Jemaah Haji sejak senin lalu, (3-8/7)  selain itu juga  menurutnya untuk meningkatkan kebugaran jemaah haji perlu melakukan deteksi dini terhadap faktor penyakit menular maupun tidak menular.

Tim tediri dari Dinas kesehatan dibawa koordinator Kabid P2PL Mursalim Bengnga, SKM, M.Kes, bersama Petugas PPIH Ruslan, S.Kep Ners, M.Kep, Tim KKP Makassar, Tim TKHI Medis dan Paramedis. Selain melakukan pembinaan berupa penyuluhan kesehatan juga dilakukan Vaksinasi Meningitis.

Kegiatan pembinaan dipusatkan di Puskesmas Lampa , Puskesmas Mattobong, Puskesmas Lanrisang, Puskesmas Mattiro Bulu, Puskesmas Salo, Puskesmas Cempa, dan rencana selanjutnya, selasa besok (11/7) menurut Mursalim Bengnga kegiatan pembinaan Calon Jemaah Haji akan dilaksanakan di Puskesmas Sulili dan Mattiro Deceng. Pinrang pada tahun ini menurutnya jumlah sasaran pada kegiatan ini sebanyak 363 orang jemaah . “Iya, semuanya kita vaksinasi, “tutupnya.

Pada pembekalan yang dilaksanakan di Puskesmas Salo, Ruslan. S.Kep, Ners, M.Kep sebagai petugas PPIH menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik, jiwa dan spiritual. Dibutuhkan kesediaan, keikhlasan lahir dan batin untuk menjalaninya. Tidak jarang hal ini menimbulkan stres bagi sebagian jemaah haji. Dimaknai bahwa stres menurutnya adalah respons adaptif individu terhadap situasi yang diterima seseorang sebagai suatu ancaman/tantangan dalam hidupnya dengan gejala yang terjadi meliputi gangguan fisik (denyut jantung meningkat, tangan berkeringat, sakit kepala, sesak napas, mual, mudah lelah,sulit tidur), gangguan kognitif (sulit konsentrasi, mudah lupa), gangguan alam perasaan (mudah emosi, cemas, depresi).

Selanjunnya Ruslan juga menyampaikan bahwa Stresor ibadah haji terjadi pada saat 1) sebelum berangkat: waktu tunggu keberangkatan yang lama, ONH relatif mahal, berpisah dengan keluarga, pembelajaran ritual ibadah haji, 2) saat ibadah : beradaptasi dengan orang, waktu dan tempat baru, ibadah fisik yang cukup melelahkan. Dan cara mengatasi stres ibadah haji menurutnya kembalikan pada Allah SWT, pengalihan pikiran, mencoba hal baru, relaksasi/hipnoterapi dan ventilasi. “Pembinaan kesehatan Calon Jamaah Haji dilaksanakan menuju Istithaah,”tegasnya. (dks/rsd)

 



Posted By: Muhammad Rusdi Tanggal : 10-07-2017 Dibaca : 31 kali