Pinrang – Sekretaris Dinas Kesehatan Pinrang, dr. Amtsyir Muhadi, M.Adm.Kes., membuka secara resmi pertemuan penyusunan Juklak Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Aula Dinas P2KBP3A, Jum’at (01/12/2023). Didampingi Kabid Kesmas, Hj. Irma Nurnaningsi S.ST,M.Kes dan Narasumber dari Bagian Hukum Setda Kab. Pinrang yaitu Kabag Hukum, Yosep Pa’o, SH dan Andi Sadikin, SH.MM. Acara ini bertujuan untuk menyusun pedoman yang jelas terkait pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok demi mendukung upaya pencegahan penyakit akibat konsumsi tembakau.

Dalam sambutannya, dr. Amtsyir Muhadi, M.Adm.Kes., menjelaskan bahwa prevalensi perokok anak diperkirakan bisa mencapai 30% pada tahun 2030 berdasarkan data dari Bappenas. Untuk itu perlu perhatian serius dalam upaya bersama dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok. Beliau menyebutkan bahwa implementasi Kawasan Tanpa Rokok di berbagai instansi dan tempat umum menjadi langkah strategis dalam melindungi kesehatan masyarakat.

“Larangan merokok di kawasan-kawasan tertentu adalah langkah proaktif untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, namun juga melibatkan semua pihak terkait termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujar dr. Amtsyir.

Selanjutnya, Hj. Kasmawati, SKM, M.Kes., selaku Penanggungjawab Promkes dan PM, menyampaikan laporan panitia terkait persiapan dan agenda pertemuan. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki peran penting dalam menetapkan kebijakan dan mengawasi pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok di wilayahnya.

“Hari ini, kita akan menyusun Juklak Kawasan Tanpa Rokok agar implementasinya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata Hj. Kasmawati.

Pertemuan yang dihadiri oleh Kabid Kesmas, Hj. Irma Nurnaningsi, S.ST, M.Kes., yang juga memberikan kontribusi dalam penyusunan pedoman ini. Diskusi dan tukar pikiran antara para peserta dari berbagai OPD terkait turut menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bernilai dalam menyusun Juklak Kawasan Tanpa Rokok yang komprehensif.

Peserta yang hadir di pertemuan ini berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Kominfo, Dinas P2KBP3A, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Diskominfosandi dan Satpol PP. Keberagaman peserta ini diharapkan dapat mencerminkan dukungan bersama untuk menciptakan kawasan-kawasan yang bebas dari dampak negatif asap rokok. (rsd/dks)