PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Hal ini ditegaskan dalam acara Pertemuan Diseminasi Hasil Audit Kematian Maternal dan Perinatal (AMP) yang berlangsung di Hotel MS, Pinrang, pada Rabu (19/08/2026).

Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang, S.P., M.Si. Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan evaluasi secara berkala guna mengidentifikasi penyebab utama kematian ibu dan bayi serta merumuskan langkah pencegahan yang lebih efektif di masa mendatang.

Pertemuan ini dihadiri oleh 56 peserta yang terdiri dari pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain, Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Terkait, Para Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) se-Kabupaten Pinrang, Para Camat se-Kabupaten Pinrang, Ketua Organisasi Profeasi Kesehatan (IDI, IBI, PPNI, dan Persagi) dan Tim Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) Kabupaten Pinrang.

Kehadiran jajaran lintas sektor ini menunjukkan bahwa upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi bukan sekadar tugas sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama.

Acara diseminasi ini menghadirkan dua narasumber utama yang memaparkan materi komprehensif terkait kondisi serta kebijakan AMPSR di Kabupaten Pinrang:

  1. dr. H. Ramli Yunus, M.Kes. (Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pinrang), membawakan materi mengenai Kebijakan Pelaksanaan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR) di Fasilitas Kesehatan sekaligus Evaluasi Pelaksanaan AMP-SR di Kabupaten Pinrang. Beliau menegaskan pentingnya penguatan sistem rujukan dan kepatuhan standar pelayanan di setiap fasilitas kesehatan.
  1. dr. H. Amar Ma’ruf, Sp.OG, memaparkan secara detail Situasi Kesehatan Ibu dan Bayi di Kabupaten Pinrang serta Diseminasi Hasil AMPSR Tahun 2026. Pemaparan ini memberikan gambaran berbasis data mengenai kasus-kasus yang terjadi beserta rekomendasi medis untuk menekan risiko serupa di masa depan.

Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan seluruh pihak—mulai dari tingkat desa/kecamatan, organisasi profesi, hingga fasilitas kesehatan rujukan—dapat mengimplementasikan rekomendasi hasil audit secara nyata di lapangan.

Dengan koordinasi yang makin solid antar-stakeholder, Pemkab Pinrang optimistis tingkat keselamatan ibu hamil, melahirkan, serta bayi baru lahir di Kabupaten Pinrang dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.