PINRANG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr. H. Ramli Yunus, M.Kes., mengakhiri rangkaian kunjungan kerja (roadshow) di Puskesmas Salimbongan pada Sabtu (12/9/2026). Kunjungan ini sekaligus dalam rangka menghadiri kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Klaster yang diselenggarakan di Aula Puskesmas Salimbongan.
Rombongan Kadis Kesehatan yang terdiri dari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas), Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), dan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) tiba sehari sebelum pelaksanaan kegiatan. Sebelum menghadiri Lokmin, dr. H. Ramli Yunus bersama jajaran menyempatkan diri melakukan pemantauan langsung ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Malong yang berlokasi di Desa Ulusaddang.
Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Salimbongan, H. Muhammad Syukur, S.ST., M.Kes., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan langsung Kadis Kesehatan beserta para Kepala Bidang Dinas Kesehatan Pinrang. Ia menegaskan bahwa masukan dan evaluasi dari Lokmin ini menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas Salimbongan ke depan.
Kadis Kesehatan dr. H. Ramli Yunus menjelaskan bahwa Puskesmas Salimbongan merupakan lokasi ke-19 alias titik terakhir dari rangkaian roadshow puskesmas se-Kabupaten Pinrang. Selain mempererat silaturahmi, roadshow ini bertujuan untuk mengevaluasi progres pelaksanaan program kesehatan hingga bulan Agustus 2026.
Dalam arahannya, Kadis Kesehatan menekankan beberapa fokus prioritas kesehatan yaitu Penanganan TB Paru & Cek Kesehatan Gratis (CKG): Penanganan kasus Tuberkulosis (TB) harus dilakukan secara aktif untuk memutus penularan serta menghapus stigma di masyarakat. Program CKG yang dievaluasi setiap minggu terbukti efektif mendekatkan akses pelayanan kesehatan sekaligus mendeteksi dini kasus penyakit di masyarakat.
Lebih lanjut terkait Penanganan Stunting: Melanjutkan upaya penurunan stunting dari angka 22,22% (2025) menuju target di bawah 19% pada tahun 2026. Kadis menekankan optimalisasi peran Tenaga Gizi (TPG) melalui pemberian makanan tambahan (PMT) serta intervensi intensif pada keluarga berrisiko stunting.
Kesiapan Pustu Malong setelah usai dilakukan peninjauan di Desa Ulusaddang, Kadis berharap Pustu Malong dapat segera dibuka dalam waktu dekat untuk melayani masyarakat setempat.
Sebagai salah satu daerah terpencil di Pinrang bersama Puskesmas Batulappa dan Puskesmas Sali Sali, Puskesmas Salimbongan dinilai memiliki tantangan geografis tersendiri. Kendati demikian, Kadis berpesan agar kedisiplinan dan etika pegawai tetap dijaga.
“Seluruh tenaga kesehatan harus memperkuat sinergitas lintas kluster dan lintas sektor. Selesaikan persoalan internal secara berjenjang, sampaikan kebutuhan sarana dan prasarana secara terbuka kepada perencanaan, serta patuhi SOP. Prinsip kita: lakukan yang kita tulis dan tulis yang kita lakukan,” tegas dr. H. Ramli Yunus.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan capaian program per klaster serta masukan strategis dari jajaran Kepala Bidang:
Kabid Kesmas (Hj. Irma Nurnaningsih, S.ST., M.Kes.): Mendorong puskesmas mengenali akar masalah dan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disosialisasikan lintas program. Lebih lanjut mengingatkan bahwa Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) mencakup aspek SDM Kesehatan (SDMK) dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Serta eminta pemanfaatan Rumah Tunggu Kelahiran secara maksimal serta pengembangan inovasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Kabid P2 (Hj. Sriwati, SKM, M.Kes.): Mengapresiasi capaian tracing TB, namun mengingatkan peningkatan kualitas pengambilan sampel sputum agar hasil konfirmasi positif selaras dengan hasil pelacakan. Meminta kerja sama lintas sektor dalam penanganan ODGJ, termasuk pembuatan surat pernyataan keluarga terkait larangan pemasungan. Menekankan penunjukan Petugas Meminum Obat (PMO), pelaksanaan imunisasi BIAS, serta percepatan penginputan aplikasi ASYIK
Kabid Yankes (Hj. Nurheda, SKM, M.Kes.) menyarankan penyiapan Pra-Lokmin sebelum Lokmin utama dilaksanakan. Untuk Lokmin Lintas Sektor, hendaknya mengundang pihak-pihak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Memberikan apresiasi atas capaian CKG Puskesmas Salimbongan yang mencapai 90% (tertinggi di Kabupaten Pinrang) sehingga layak menjadi best practice bagi puskesmas lain. Menginformasikan rencana pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Kariango sekaligus pemantauan kasus diare di wilayah tersebut.
Apresiasi Inovasi Pusaka Sakti
Menutup sesi evaluasi, Kadis Kesehatan dr. H. Ramli Yunus mengapresiasi inovasi Puskesmas Salimbongan terkait pengawasan Ibu Hamil (Bumil) dan Ibu Bersalin (Bulin), serta inovasi “Pusaka Sakti” sebagai bank data terpadu puskesmas. Beliau mendorong seluruh puskesmas di Kabupaten Pinrang untuk melahirkan inovasi berbasis data dan fakta agar setiap intervensi permasalahan kesehatan masyarakat dapat terukur dan tepat sasaran.











Komentar Terbaru