PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memantapkan komitmennya dalam memutus rantai stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen bersama ini ditegaskan kembali dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting Kabupaten Pinrang yang berlangsung pada Senin (14/9), di Ruang Pola Kantor Bupati Pinrang.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr. H. Ramli Yunus, M.Kes menegaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk mencapai dua tujuan utama. Pertama, terbangunnya komitmen bersama antarinstansi lintas sektor dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Kedua, meningkatnya kualitas perencanaan serta pelaksanaan intervensi yang berbasis data lapangan yang akurat.

Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, S.Sos., menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama holistik. Menurutnya, masalah stunting bukan sekadar urusan dinas kesehatan semata, melainkan berkaitan erat dengan pemenuhan pangan, sanitasi, pendidikan, hingga kondisi lingkungan.

“Dalam perang melawan stunting, semua sektor harus bergerak bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, karena penyebab dan dampaknya berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujar Bupati Irwan.

Harapan senada disampaikan Wakil Bupati Pinrang selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Sudirman Bungi, S.IP., M.Si. Ia mengimbau seluruh pihak untuk menjadikan forum koordinasi ini sebagai sarana evaluasi agar setiap program intervensi benar-benar menyasar keluarga berisiko stunting.

Dukungan dan apresiasi mengalir dari pemerintah pusat serta akademisi. Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Kemenko PMK, Jelsi Natalia Marampa, SKM, M.KKK, mengapresiasi tingginya komitmen pimpinan daerah di Pinrang dalam mengawal program penanganan gizi anak. Turut hadir pula Guru Besar sekaligus Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof. DR. dr. Veni Hadju, Ph.D., sebagai narasumber yang memberikan penguatan kapasitas serta arahan teknis berbasis keilmuan kepada para peserta rakor.

Melalui langkah terpadu ini, Pemkab Pinrang optimistis bisa bersatu tekan angka stunting demi mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan produktif.