PINRANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dan Labelisasi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) pada Rabu (22/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Puspita Dinas Kesehatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjamin keamanan konsumsi pangan masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh para Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) dari 19 Puskesmas se-Kabupaten Pinrang, serta para penanggung jawab Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang berada di wilayah kerja masing-masing Puskesmas.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr. Amtsyir Muhadi, M.Adm.Kes, dalam sambutannya menekankan bahwa urusan pangan tidak boleh dianggap remeh. Menurutnya, pangan yang tidak memenuhi standar kualitas dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan publik.
“Keamanan pangan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pangan yang tidak memenuhi standar hygiene sanitasi dapat menjadi sumber berbagai penyakit yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat,” ujar dr. Amtsyir.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kepemilikan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif atau formalitas belaka.
“SLHS adalah bentuk jaminan nyata bahwa pangan yang diolah dan disajikan aman untuk dikonsumsi. Selain itu, melalui labelisasi atau stickerisasi pada TPP, masyarakat dapat mengetahui kualitas tempat usaha pangan secara transparan,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Terkait standar teknis kesehatan lingkungan) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pinrang (Terkait mekanisme perizinan dan integrasi sistem).
Ketua Tim Kerja (Ketimker) Kesling & Kesjaor, Herawati, SKM, selaku penyelenggara kegiatan, menyampaikan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk menyatukan persepsi antara pengawas di lapangan dan pelaku usaha sekaligus meningkatkan pemahaman, kapasitas, dan komitmen seluruh stakeholder dalam menerapkan standar hygiene sanitasi.
Di akhir sambutannya, dr. Amtsyir Muhadi mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan pangan membutuhkan sinergi antara Dinas Kesehatan, DPMPTSP, pemerintah daerah, hingga kesadaran dari seluruh pelaku usaha pangan itu sendiri.





Komentar Terbaru